DAERAH

Warung Remang-remang Rengasdengklok Dibongkar

bonkar Warem Dengklok

Gerindo,Karawang– Setelah teguran tertulis dan musyawarah dilakukan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) aخkhirnya membongkar warung remang-remang di Dusun Krajan A, Desa Kertasari kecamatan Rengasdengklok, Senin (7/8).

“Pembongkaran ini dilakukan atas sikap tegas aparat, dari banyaknya laporan masyarakat yang resah, karena keberadaan warung-warung ini yang dijadikan tempat mangkal PSK dan menjual minuman keras khususnya pada malam hari,” ujar Kasi Trantib Kecamatan Rengasdengklok, Junaedi Abdullah, kepada Spirit Jawa Barat, Senin (7/8) di sela-sela kegiatan.

Ia mengatakan pihaknya telah melayangkan surat kepada para pemilik warung, baik surat peringatan Pertama, Kedua,dan Ketiga, bahkan terakhir sempat dilakukan musyawarah bersama di aula kantor Desa Kertasari agar membongkar sendiri warungnya sebelum batas waktu yang ditentukan.

“Surat peringatan pertama dilayangkan sejak tanggal 2 Maret 2017, namun para pemilik warung masih tetap membandel, masih menjadi tempat mangkal PSK dan masih menjual minuman keras. Seolah-olah surat itu dianggap sebatas main-main saja. Akhirnya dilakukan rapat bersama tokoh masyarakat, tokoh agama, kepala desa, BPD, Bhabinkamtibmas di kantor Desa Kertasari yang sepakat untuk membongkar warung-warung itu,” katanya.

Dikatakannya, total ada 8 warung remang-remang yang dirobohkan, sebagian ada yang akan dirobohkan sendiri oleh pemilik warung dengan memanggil kuli bangunan. Semua sudah sesuai dengan kesepakatan bersama yaitu 6 hari untuk membongkar sendiri warungnya.

Sementara itu kepala desa Kertasari, Irham Abdul Azis, mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Satpol PP kecamatan Rengasdengklok.karena bertindak tegas dan sesuai dengan prosedur.

“Hari ini disaksikan langsung oleh tokoh masyarakat, tokoh agama, ustad-ustad, Bhabinkamtibmas Desa Kertasari Brigadir Muryadi, dan Babinsa TNI AD. Alhamdulliah semua berjalan dengan lancar dan tertib, juga tanpa mengganggu lalu lintas jalan,’ katanya.

Ia berharap kepada para pemilik warung kedepannya agar tidak lagi mengulangi perbuatannya dengan mendirikan bangunan di pinggir jalan, sepanjang jalur menuju Batujaya dari arah Rengasdengklok, khususnya di desa Kertasari.

“Semua hal-hal yang berbau prostitusi di warung-warung harus ditindak tegas karena meresahkan masyarakat, terutama anak-anak muda,” pungkasnya

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *