HUKRIM

Sekjen IWO Karawang Kutuk Keras Pegancam Wartawan Gurindam .TV Riau

logo IWO

GERINDO (KARAWANG) – Ancaman terhadap wartawan kembali terjadi. Sekretaris Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Karawang, Dede Jaenudin, mengecam dan mengutuk keras terhadap oknum yang mengancam wartawan gurindam.tv, yang sedang melakukan tugas jurnalistiknya.

“Kekerasaan terhadap wartawan harus ditindak sesuai hukum yang berlaku di negara hukum. Siapa pun orang nya dari lembaga manapun perlu diusut tuntas sesuai dengan hukum yang berlaku,”kata alumni fakultas Ilmu Politik IISIP Jakarta.

Tugas wartawan dalam menjalaskan tugasnya, kata Jaenudin,  dilindungi Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Setiap wartawan akan menjalankan tugasnya dengan kaidah dan aturan yang telah di atur Undang Undang Pers.

Oknum yang menghalang-halangi tugas wartawan saat melakukan peliputan, terang dia,  harus ditindak tegas dan diberi sanksi sesuai hukum yang berlaku. Oknum yang mengucapkan kalimat tidak terpuji dengan mengancam dan mengatakan bahwa wartawan adalah pembawa petaka.

“Kami pencari fakta, bukan pembawa petaka. Janganlah dianggap sebagai musuh yang membawa petaka. Kami dari Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Karawang mendukung Ikatan Wartawan Online (IWO)  Provinsi Kepulaun Riau dan mengharapkan agar pihak Kepolisian Daerah Kepulauan Riau menindak tegas oknum yang berinisial AL, “ujar Dede.

Ikatan Wartawan Online (IWO) Provinsi Kepulauan Riau mengecam keras tindakan salah satu anggota Panitia Seleksi (Pansel) Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Kepulauan Riau berinisial AL, yang diketahui telah mengancam wartawan gurindam.tv, pada Rabu (9/8/17) malam.

Kecaman keras tersebut disampaikan Ketua DPW IWO Kepri, Rudiarjo Pangaribuan, pada Jumat (11/8/17) di Batam.

Rudi menilai tindakan yang dilakukan oleh AL hendaknya tidak dilakukan secara berlebihan dalam menyikapi sebuah pemberitaan di media massa. Sebab, setelah diselidiki oleh Dewan Etik IWO,  hal ihwal yang disampaikan pada pemberitaan tersebut setelah diselidiki berdasarkan fakta dan data.

“Yang disampaikan dalam pemberitaan tersebut telah berdasarkan fakta dan data, kenapa harus marah kalau memang tidak ada apa-apanya, “ujar Rudi.

Seharusnya, kata Rudi, sebagai salah satu pihak yang mengemban amanah publik, AL harusnya memiliki jiwa yang bersih dan memiliki kebijaksanaan yang cukup tinggi sehingga siap menerima segala masukan ataupun kritikan dari masyarakat terkait tugas yang diembannya itu.

“Jangan pula dikritik atau dipertanyakan sekali langsung emosi, marah dan lain sebagainya. Jika demikian kelihatan betul bahwa yang bersangkutan belum siap mengemban amanah publik, “tegas Rudi.

Diketahui, sebelumnya AL melakukan pengancaman kepada salah satu wartawan gurindam.tv,  yang juga tercatat sebagai anggota aktif IWO Kepulauan Riau.

Melalui telepon selluler nomor 08136416**** sekitar pukul 20:21 WIB, ada ancaman yang isinya sebagai berikut: “Dimana kau, ayo kita ketemu, jangan kau macam-macam, an****, ba****” dan ditujukan kepada gurindam.tv.

Sementara, Ketua Advokasi dan Hukum DPW IWO Kepulauan Riau, Jerry Fernandez menambahkan, atas adanya ancaman itu, IWO Kepulau Riau berencana akan melaporkan oknum pansel tersebut kepada pihak yang berwajib dalam hal ini Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri).

Dalam waktu dekat lanjut Jerry, pihaknya akan segera melaporkan AL ke Polda Kepri karena berdasarkan bukti yang ada serta analisa dari Tim Advokasi, sudah sangat jelas dan nyata tindakan AL itu telah memenuhi unsur-unsur dalam tindak pidana pengancaman sebagaimana dimaksud pasal 29 Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

“Dalam pasal 45 ayat (3) nya diancam 4 tahun itu, biar ada efek jera saja, “ungkap Jerry. (*)

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *