DAERAH

Petani Tasikmadu Jateng Gunakan Air Limbah PG untuk Mengairi sawah

kekeringan petani

GERINDO (KARANGANYAR,JATENG ) –. Kemarau panjang yang melanda wilayah Tasikmadu, Karanganyar, Jawa Tengah  membawa dampak yang sangat buruk ,Kekeringan yang semakin parah mengakibatkan petani kesulitan air untuk mendukung kegiatan bercocok  tanam

Seperti yang di alami Salah satu petani asal Kecamatan Tasikmadu, Sardi (65) mengatakan, ada sekitar 20 hektare (ha) lahan pertanian di wilayah setempat yang mengandalkan irigasi dari limbah tebu ketika musim kemarau. Bahkan untuk pemerataan petani, air limbah dari PG Tasikmadu digilir untuk mencukupi kebutuhan. “Satu minggu sekali saya dapat giliran limbah untuk mengairi sawah. Kalau belum giliran, kami tidak boleh mengambil airnya,” ungkap Sardi, Selasa (12/9/2017). 

Ketika musim kemarau, air limbah tebu sangat bermanfaat bagi petani,Meskipun baunya cukup menyengat, limbah tebu menjadi satu-satunya sumber air yang bisa diandalkan untuk mengairi sawah. “Saat musim kemarau, air dari waduk sudah tidak sampai karena mengalami kekeringan,” tandasnya. 

Selama musim kemarau, ada lima desa yang mengandalkan air limbah dari pabrik gula yang dibangun pada masa Mangkunegaran IV tersebut. Kelimanya yakni, Desa Karangmojo, Desa Buran, dan Desa Kaling di Kecamatan Tasikmadu. Kemudian Desa Brujul di Kecamatan Jaten dan Desa Nangsri di Kecamatan Kebakkramat.

Demikan pula  diungkapkan Suroto, petani asal Desa Kaling. Ketika masa tanam ketiga, air irigasi sulit didapatkan. Meski hasil penelitian menyebutkan limbah pengolahan tebu berdampak negatif, petani tidak lagi menghiraukannya karena tidak memiliki solusi lain untuk memenuhi kebutuhan irigasi. 

“Terpaksa digunakan, kalau tidak, maka kami tidak bisa panen. Air limbah tebu hanya kami manfaatkan ketika kekeringan dan hanya untuk pertanian padi. Kalau untuk tanaman lainnya tidak bisa,” tandas Suroto.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *