NASIONAL

Masyarakat lintas Profesi Datangi Kedutaan Myanmar kecam ’kejahatan terhadap Rohingya’

 

demo myanmar 1

GERINDO (JAKARTA)- Gabungan masyarakat yang mengatasnamakan  dalam perkumpulan lintas profesi mendatangi Kedutaan Besar Myanmar di Jakarta guna mengecam ‘kejahatan terhadap etnik Rohingya’.

Para pendemo, yang terdiri dari sejumlah pemuda, pria paruh baya, hingga ibu rumah tangga, membawa sejumlah poster bertuliskan ‘Usir Dubes Myanmar’ dan ‘Penjarakan Kembali Aung San Suu Kyi’. Mereka memakai busana serbaputih dan atribut muslim.

Bahkan, ada sebuah poster bergambar Aung San Suu Kyi dilengkapi deretan aksara berbunyi The nhuman Lady (perempuan yang tak

berperikemanusiaan)

.anhuman lady

Dalam aksi tersebut, para pendemo membakar poster bergambar Suu Kyi sebagai ungkapan kekecewaan terhadap mantan aktivis politik yang kini menjadi pejabat pemerintah Myanmar. Pembakaran itu diikuti dengan teriakan “Hidup umat muslim sedunia” dari orator.

Rahmat, yang datang dari Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, mengaku berkumpul secara spontan.

“Ini aksi solidaritas sesama muslim, kita kan satu akidah. Apalagi (komunitas Rohingya) dibantai di tempat tidak kenal usia, anak-anak, perempuan,” katanya.

Irfan Ghani, pimpinan aksi yang menyebut diri mereka sebagai masyarakat profesional peduli Rohingya, mengaku datang untuk “menyuarakan bahwa kejahatan kemanusiaan terhadap etnik Rohingya sedang dilakukan pemerintah Myanmar”.

Dia menuntut agar Duta Besar Myanmar untuk Indonesia menemui mereka, tapi tiada seorangpun dari dalam kedutaan yang muncul. Barisan polisi pun tampak berjaga-jaga di depan pintu kedutaan.

Ketika ditanya apakah pihaknya terdiri dari umat muslim yang mengecam pemerintah Myanmar, Irfan menepis.

“Ini bukan konflik agama. Kita lintas agama, lintas profesi. Kejahatan kemanusiaan tidak membedakan agama dan keyakinan, karena kejahatan kemanusiaan bersifat universal. Kebetulan etnis yang digenosida pemerintah Myanmar adalah umat muslim,” kata Irfan

Irfan juga mendorong agar pemerintah Indonesia bersikap tegas terhadap Myanmar.

“Indonesia harus bersuara. Kejahatan kemanusiaan tidak patut dilakukan ketika ingin mempertahankan kekuasaan. Pemerintah Indonesia harus proaktif terhadap kejahatan kemanusiaan yang dilakukan oleh siapapun di dunia ini, bukan hanya Myanmar. Myanmar adalah yang terdekat,” sebutnya.

Lepas dari seruan itu, pemerintah Indonesia telah mendorong Myanmar untuk segera memulihkan stabilitas keamanan di Rakhine dan meminta semua pihak menahan diri.

Pada 31 Agustus lalu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan berkomunikasi dengan pemerintah Myanmar agar negara itu dapat memberikan perlindungan kepada semua orang yang berada di Rakhin, termasuk komunitas Islam.

sumber bbc indonesia

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *