NASIONAL

Kades Gempol Kolot kangkangi Permendes ,Pekerjaan Dana Desa Di Borongkan

gtg 1g ok

GI (Karawang) – Pengerjaan  Pengecoran jalan Setapak yang berlokasi  Di Desa Gempol Kolot Kecamatan Banyusari Kabupaten karawang Di nilai sudah menyimpang dari Juklak dan juknis pelaksanaan dana desa Bahkan di duga kuat telah mengkangkangi  Permendes no 22 tahun 2016 tentang penetapan perioritas penggunaan dana desa tahun 2017.

Pasal nya dari keterangan Kepala desa Gempol kolot Sunardi saat di konfirmasi mengatakan bahwa pekerjan pegecoran tersebut di kerjakan oleh pemborong dengan alasan agar pekerjaan tersebut berkwalitas.

Awal nya Sunardi berbohong kalu pekerjaan tersebut Ia yang mnegerjakan namun setelah di desak oleh wartawan Gerbang Indonesia bahwa pekerjaan itu di kerjakan oleh pemborong yang bernama Ritno akhir nya ia mengakui nya.”Ya,biar hasil nya berkwalitas”,jawab nya dalam bahasa sunda.

Sebelum nya,Keterangan dari Sekretaris Kecamatan Banyusari Enjang mengatakan bahwa dalam melaksanakan pekerjaan fisik dari anggaran dana desa tidak boleh di borongkan tetapi harus di kerjakan melalui swakelola yang memperdayakan, tenaga dari masyarakat setempat,jelas Enjang.

Sementara dari hasil Pantauan wartawan Gerbang indonesia.online  di lapangan  di duga  telah terjadi kecurangan yang di lakukan oleh pelaksana pekerjaan (pemborong) sebab di lihat dari hasil pekerjaan baru saja beberapa jam setelah pekerjaan dilaksanakan semen corannya masih basah,sudah banyak yang pada retak.

Dan di duga Pula ketebalan Coran kurang dari ukuran yang di tentukan serta besar pula dugaan  tidak di lakukan  pengerasan dan tidak memakai batu beskos.badan jalan hanya di tutup pakai plastik kemudian langsung saja  di lakukan pengecoran dan  hasil yang didapat pun terjadi keretakan.

Sehingga apa yang di katakan Sunardi agar hasil berkwalitas itu hanya alasan saja,Ia sengaja melakukan kolaborasi bersama pemborong untuk meraup keuntungan dengan merampok uang rakyat demi kepentingan pribadinya.

Bahkan Ia sanggup mengkangkangi Undang-undang  padahal Ia tahu bahwa pekerjaan Fisik untuk dana desa tidak boleh di kerjakan oleh pihak ketiga (Pemborong), harus di laksanakan secara swakelola sesuai dengan Bimbingan Tekhnis yang Ia dapat sebelum nya.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *